Jumat, 01 Juni 2012

Ayo..Selamatkan Sungai Acai di Kota Jayapura, Papua. Dari Ancaman Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan Hidup



Sungai Acai 
Sungai Acai (Kali Acai) terletak di antara Abepura dan Kota Raja, mengalir dan bermuara di Perairan Pesisir Pantai Enggros, Teluk Youtefa. Sungai ini merupakan salah satu kawasan Daerah Aliran Sungai (DAS) di Kota Jayapura yang selama ini dikotori dengan berbagai sampah dan limbah cair dari aktifitas masyarakat perkotaan. Terdapat beberapa parit besar yang berpotensi menyumbang air limbah rumah tangga, limbah perkantoran, perbengkelan, pencucian mobil, pasar, pertokoan dan limbah domestik lain yang berpotensi mencemari air  sungai. 
 Penanganan masalah sampah di DAS Acai telah menjadi perhatian Pemerintah Kota Jayapura. Untuk menjaga kebersihan lingkungan agar tetap lestari. Berbagai upaya telah dilakukan pemerintah, salah satu cara adalah memasang kawat penyaring pada sungai sehingga sampah padat tidak terbawa aliran air sungai ke perairan pesisir pantai dan laut.  
Tersedia juga tempat sampah umum kepada masyarakat dan terdapat papan informasih larangan membuang sampah ke dalam sungai. Tapi sayang, berbagai upaya yang dilakukan sepertinya tidak mendapat dukungan penuh dari masyarakat sehingga masih saja ditemukan banyak sampah yang dibuang secara sembarangan dan akibatnya dapat mengotori S. Acai dan menyebabkan kualitas air sungai semakin buruk (terdegradasi). 
Secara visual dapat kita lihat bahwa sungai ini sangat kotor dengan sampah. Bila berjalan menelusuri sungai kita akan mencium bau tidak sedap yang bersumber dari pembusukan sampah-sampah organik, dapat kita jumpai beberapa selokan pembuangan air limbah rumah tangga yang berwarna. Hal-hal tersebut menunjukan bahwa kurangnya kesadaran masyarakat perkotaan untuk melestarikan kelestarian lingkungan hidup, khususnya pada lingkungan DAS Acai.
Pada perairan S. Acai sering terdapat aktifitas mancing yang dilakukan oleh penduduk yang berdomisili di dekat sungai. Ikan yang biasanya mereka tangkap adalah Lele (Clarias sp) dan Gabus (Channa sp). Hal ini merupakan indikator bahwa perairan S. Acai masih berpotensi untuk budidaya ikan air tawar guna memenuhi kebutuhan protein bagi masyarakat Kota Jayapura. Selain itu, pada muara sungai ini merupakan tempat rekreasi bagi masyarakat perkotaan karena perairan pesisir pantai Teluk Youtefa memiliki panorama alam yang sangat mempesona.  
 Harapan saya kita masyarakat harus bergandengan tangan bersama, membantu pemerintah untuk peduli terhadap kelestarian kawasan DAS Acai, maka disarankan agar setiap pembangunan gedung atau perumahan di pinggiran DAS ini perlu ditata dengan baik karena kerusakan sungai ini disebabkan oleh masyarakat yang bermukim di sepanjang pinggiran sungai ini sendiri maupun masyarakat perkotaan secara umum. Perlu adanya pengelolaan terhadap kualitas air sungai ini sebelum air ini mengalir dan bercampur dengan air laut di muara sungai dan perairan pesisir pantai Teluk Youtefa. Penanganan kualitas badan air sungai sangat penting karena pada muara sungai terdapat honai-honai yang merupakan kawasan rekreasi.   Kualitas perairan sungai perlu dijaga agar tidak tercemar dan menimbulkan bau yang tidak sedap seperti yang terjadi saat ini, maka pengunjung yang berekreasi di Kawasan Rekreasi Teluk Youtefa (KRTY) akan meningkat. Hal ini akan membantu meningkatkan pendapatan bagi penjual pinang dan pedagang kakilima karena lancarnya aktifitas rekreasi.
Perlu adanya penanaman pohon sepanjang pinggiran DAS Acai. Penanaman pohon sangatlah penting sebab negara kita banyak dilanda bencana alam seperti banjir, tanah longsor, krisis air (kekeringan) dll, apalagi bencana ekologis seperti banjir sering terjadi di sekitar lingkungan DAS ini. Dengan penanaman pohon, dapat membantu menyelamatkan lingkungan hidup kita dari bencana-bencana ekologis tersebut. Karena pohon berfungsi untuk menyerap, menyimpan air dan menahan tanah agar tidak erosi. Pohon juga dapat memperbaiki kualitas udara kota yang penuh dengan gas karbondioksida dan Timbal yang dapat mengancam kesehatan manusia, artinya pohon memberikan layanan oksigen yang baik kepada masyarakat perkotaan.
Dengan penyerapan karbondioksida dan beberapa gas berbahaya di udara maka tumbuhan mampu mengatasi pemanasan global yang sedang terjadi saat ini. Maka terkesan bahwa kita telah menjaga bumi dari ancaman kehancuran oleh pemanasan global. Artinya, kita memberikan lingkungan yang baik dan lestari untuk dinikmati oleh generasi berikutnya (anak cucu kita).

2 komentar:

  1. menarik..ini perlu ada penanganan lebih lanjut..

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya Bro...
      ada di tangan generasi muda seperti anda, klo saya sudah tua jd...hahahahaha

      Hapus